Sabtu, 18 Februari 2017

PEMECAHAN MASALAH LAPISAN NETWORK LAN

1.1.Pengenalan Operasi Router
Pengertian Router adalah perangkat jaringan yang berfungsi untuk menghubungkan beberapa jaringan atau network baik sama maupun berbeda segmen. 
1.2.Protokol Lapisan Jaringan
Protokol adalah sebuah aturan atau standar yang mengatur terjadinya hubungan, komunikasi, dan perpindahan data antara dua atau lebih titik komputer.
Protokol Jaringan Model OSI :
Model referensi jaringan terbuka OSI atau OSI Reference Model for open networking adalah sebuah model arsitektural jaringan yang dikembangkan oleh badan International Organization for Standardization (ISO) di Eropa pada tahun 1977. OSI sendiri merupakan singkatan dari Open System Interconnection. Model ini disebut juga dengan model "Model tujuh lapis OSI" (OSI seven layer model). 


1.3.IP lokal Dialihkan
Secara prinsip Port forwarding adalah pengalihan (redirection) koneksi dari suatu IP dengan nomor Port tertentu ke IP lain dengan Port yang sama atau berbeda.
Untuk jaringan seperti diatas, Gunakan perintah dibawah ini :
 /ip firewall nat add chain=dstnat dst-address=222.123.56.21 protocol=tcp dst-port=80 action=dst-nat to-addresses=192.168.1.2 to-ports=80. 
1.4.ICMP (Internet Control Message Protocol)
ICMP (Internet Control Message Protocol) adalah protokol yang bertugas mengirimkan pesan-pesan kesalahan dan kondisi lain yang memerlukan perhatian khusus. Pesan / paket ICMP dikirim jika terjadi masalah pada layer IP dan layer atasnya (TCP/UDP).
1.5.Cara Tracert untuk menampilkan jalur perjalanan paket
Tracert singkatan dari traceroute, yakni tool untuk menampilkan jalur atau routing perjalanan packet komunikasi antara komputer kita dengan komputer (server) lain. Tool ini akan menampilkan jumlah hop (router) yang dilalui ketika menuju server target. Opsi yang digunakan : tracert ipserver/domain, tracert –d ipserver/domain (http://josh.staff.ugm.ac.id/)

PEMECAHAN MASALAH DATA LINK LAYER LAN

1.1. Deteksi Kesalahan
Ada dua pendekatan untuk deteksi kesalahan :
1.      Forward Error Control
        Dimana  setiap  karakter  yang  ditransmisikan  atau  frame  berisi  informasi  tambahan (redundant)  sehingga  bila  penerima  tidak  hanya  dapat  mendeteksi  dimana  error  terjadi, tetapi juga menjelaskan dimana aliran bit yang diterima error.

2.      Feedback (backward) Error Control
       Dimana  setiap  karakter  atau  frame  memilki  informasi  yang  cukup  untuk memperbolehkan  penerima  mendeteksi  bila  menemukan  kesalahan  tetapi tidak
     lokasinya.  Sebuah  transmisi  kontro  digunakan  untuk  meminta  pengiriman   ulang, menyalin informasi yang dikirimkan.
Feedback error control dibagi menjadi 2 bagian, yaitu :
1. Teknik yang digunakan untuk deteksi kesalahan
2. Kontrol algoritma yang telah disediakan untuk mengontrol transmisi ulang. (Mahmudi, 2015)
1.2. IEEE lapisan MAC 48-bit Addressing
Pengertian MAC Address di Jaringan Komputer, MAC Address (Media Access Control Address) adalah sebuah alamat jaringan yang diimplementasikan pada lapisan data-link dalam tujuh lapisan model OSI, yang merepresentasikan sebuah node tertentu dalam jaringan. Dalam sebuah jaringan berbasis Ethernet, MAC address merupakan alamat yang unik yang memiliki panjang 48-bit (6 byte) yang mengidentifikasikan sebuah komputer, interface dalam sebuah router, atau node lainnya dalam jaringan. MAC Address juga sering disebut sebagai Ethernet address, physical address, atau hardware address. (Hakim, 2012)
1.3. Transparan Bridge

Bridge adalah sebuah perangkat antar jaringan yang merelay frame-frame data dari satu segmen jaringan ke segmen jaringan lain, sehingga menjadikan segmen-segmen jaringan tersebut muncul sebagai sebuah LAN tunggal yang besar, yang disebut sebagai extended LAN atau bridged LAN.
Bridge memiliki kemampuan untuk memproses keputusan perelayan/peruntaian sebuah frame berada dalam bridge itu sendiri, sehingga transparan terhadap stasiun-stasiun yang berkomunikasi, sehingga disebut juga Transparent Bridge. Penggunaan transparent bridge pada wireless point-to-point Mikrotik dapat dilakukan dengan beberapa mode wireless yang berbeda pada host (akses poin) dan klien (station).
1.4. Switch
Switch jaringan  (atau  switch  untuk singkatnya) adalah sebuah alat jaringan yang melakukan  bridging  transparan (penghubung segementasi banyak jaringan dengan forwarding berdasarkan alamat MAC). Switch  mengacu pada multi-port jembatan jaringan yang proses dan rute data pada data link layer (lapisan 2) dari model OSI . Switch mengolah data tambahan pada lapisan jaringan (lapisan 3) .
Switch dikatakan sebagai  multi-port  bridge  karena mempunyai  collision domain  dan  broadcast domain  tersendiri, dapat mengatur lalu lintas paket yang melalui switch jaringan. Cara menghubungkan komputer ke switch sangat mirip dengan cara menghubungkan  komputer  atau  router  ke  hub. Switch dapat digunakan langsung untuk menggantikan hub yang sudah terpasang pada jaringan.

Pemecahan masalah lapisan fisik LAN

a.       Pentingnya Dokumentasi Pada Suatu Jaringan Komputer
Dokumentasi sangat penting, dalam suatu jaringan komputer, alokasi port, gambar jalur perkabelan, identitas kabel, dan sebagainya. dan yang tidak kalah pentingnya dokumentasi harus selalu diperbaharui setiap terdapat perubahan.
Bila suatu jaringan komputer tidak memiliki dokumentasi, maka mulailah dibuat dokumentasi nya sebagai berikut:
·         Memberikan Identitas tiap-tiap kabel yang ada.
·         Buat Gambar jalur-jalur kabel yang ada.
·         Buat daftar dari Alat yang terhubung dengan jaringan, yang terdapat informasi lokasi alat tersebut, dan alokasi port pada hub.
Simpanlah dokumentasi ini dengan baik dan yang hanya bisa dilihat oleh yang berwenang, karena dokumentasi jaringan bersifat tertutup untuk menghindari terjadinya sabotase. 
      b.      Identifikasi masalah dan lapisan fisik
Lapisan ini mendefinisikan antarmuka dan mekanisme untuk meletakkan bit-bit data diatas media jaringan seperti kabel, radio dan cahaya. Selain itu, lapisan ini dapat mendefinisikan tegangan listrik, arus listrik, modulasi sinkronisasi antar bit, pengaktifan dan pemutusan koneksi serta beberapa karakteristik kelistrikan untuk media transmisi seperti kabel UTP / STP, kabel koaksial atau kabel fiber optic. Protocol pada PHY Layer mencakup IEEE 802.3; RS-232C; X.21; repeater; transceiver; kartu jaringan atau Network Interface Card (NIC) dan pengabelan untuk beroperasi. 
      c.       Standart Pengkabelan EIA 568
568B merupakan urutan urutan kabel twisted pair, dalam hal ini kabel UTP atau SFTP.
Urutan kabel 568B adalah
  1. putih-orange, 
  2. orange, 
  3. putih-hijau, 
  4. biru, 
  5. putih-biru,
  6.  hijau, 
  7. putih-coklat,
  8.  coklat
Sedangkan untuk urutan 568A adalah :
  1. Putih hijau
  2. hijau
  3. putih orange
  4. biru
  5. putih biru
  6. orange
  7. putih coklat
  8. coklat 
      d.      Pengujian Kabel  pada Jaringan
Secara Hardware :
  • Perhatikan lampu indikator NIC nya. kalau warna hijau maka jaringan sudah oke.
  • Perhatikan lampu indikator di hub atau switch apabila menyala maka jaringan sudah jalan.
  • Teslah kabel jaringan dengan tester, apabila warna-warnanya aktif dan berturut-turut maka kabel jaringan oke...

Secara software :
  • Find computer pada neighbourhood indikasi bola telah terhubung adalah akan ditemukan komputer name yang sesuai dengan pencarian jika computare namenya benar.
  • Double klik pada ikon neighbour akan muncul komputer name,selain computer name milik kita sendiri
  • Windows explorer pada drive network neighbour hood akan muncul computer name selain milik kita sendiri.
  • Ping IP addres komputer lain, maka akan mendapat balasan pengiriman data dari komputer yang kita hubungi sedang aktif dan dalam sistem jaringan yang sama dengan kita

Jumat, 17 Februari 2017

Perbedaan Topologi BUS dan STAR

Perbedaan Topologi BUS dan STAR | kali ini saya akan menjelaskan Perbedaan Topologi BUS dan STAR , sebagaimana kita tahun bahwa 
Topologi BUS. Pada Umumnya Topologi bus Ini lah yang menjadi banyak Favorit orang-orang . Linear Bus: Layout ini termasuk layout yang umum. Satu kabel utama menghubungkan tiap simpul, ke saluran tunggal komputer yang mengaksesnya ujung dengan ujung. Masing-masing simpul dihubungkan ke dua simpul lainnya, kecuali mesin di salah satu ujung kabel, yang masing-masing hanya terhubung ke satu simpul lainnya.

Perbedaan Topologi BUS dan STAR 
 
Topologi ini seringkali dijumpai pada sistem client/server, dimana salah satu mesin pada jaringan tersebut difungsikan sebagai File Server, yang berarti bahwa mesin tersebut dikhususkan hanya untuk pendistribusian data dan biasanya tidak digunakan untuk pemrosesan informasi. Instalasi jaringan Bus sangat sederhana, murah dan maksimal terdiri atas 5-7 komputer. Kesulitan yang sering dihadapi adalah kemungkinan terjadinya tabrakan data karena mekanisme jaringan relatif sederhana dan jika salah satu node putus maka akan mengganggu kinerja dan trafik seluruh jaringan. * Keunggulan topologi Bus adalah pengembangan jaringan atau penambahan workstation baru dapat dilakukan dengan mudah tanpa mengganggu workstation lain. *Kelemahan dari topologi ini adalah bila terdapat gangguan di sepanjang kabel pusat maka keseluruhan jaringan akan mengalami gangguan.


Topologi STAR.
Perbedaan Topologi BUS dan STAR
Topologi Star ini Mempunyai kelebiha yang sangat bagus. Topologi star merupakan topologi jaringan yang paling sering digunakan. Pada topologi star, kendali terpusat dan semua link harus melewati pusat yang menyalurkan data tersebut ke semua simpul atau komputer yang dipilihnya. Simpul pusat disebut dengan stasiun primer atau server dan bagian lainnya disebut dengan stasiun skunder atau client. Pada Topologi star, koneksi yang terganggu antara suatu node dan hub tidak mempengaruhi jaringan. Jika hub terganggu ( rusak ) maka semua node yang di hubungkan ke hub tersebut tidak dapat saling berkomunikasi. Node adalah Titik suatu koneksi atau sambungan dalam jaringan, sedangkan hub berfungsi untuk menerima sinyal-sinyal dan meneruskan kesemua komputer yang terhubung dengan hub. Keuntungan menggunakan topologi star yaitu: Fleksibelitas tinggi. Penambahan atau perubahan komputer sangat mudah dan tidak menganggu bagian jaringan lain, yaitu dengan cara menarik kabel menuju hub. Kontrol terpusat sehingga mudah dalam pengelolaan jaringan. Kemudahan deteksi dan isolasi kesalahan atau kerusakan, jika terdapat salah satu kabel yang menuju node terputus maka tidak akan mempengaruhi jaringan secara keseluruhan. Hanya kabel yang putus yang tidak dapat digunakan. Jumlah pengguna komputer lebih banyak daripada topologi Bus Kelemahan menggunakan topologi star yaitu: Boros kabel Perlu penanganan khusus Jika Hub Rusak maka jaringan yang berada dalam satu hub akan rusak.
demikian ulasan mengenai Perbedaan Topologi BUS dan STAR

Faktor Pemilihan Topologi Jaringan

Faktor Pemilihan Pada sebuah Topologi Jaringan 
 
    Faktor – faktor yang perlu mendapat pertimbangan untuk pemilihan topologi adalah sebagai berikut :
  • Biaya
Sistem apa yang paling efisien yang dibutuhkan dalam organisasi.
  • Kecepatan
Sampai sejauh mana kecepatan yang dibutuhkan dalam sistem.
  • Lingkungan
Misalnya listrik atau faktor – faktor lingkungan yang lain, yang berpengaruh
pada jenis perangkat keras yang digunakan.
  • Ukuran
Sampai seberapa besar ukuran jaringan. Apakah jaringan memerlukan file
server atau sejumlah server khusus.
  • Konektivitas
Apakah pemakai yang lain yang menggunakan komputer laptop perlu
mengakses jaringan dari berbagai lokasi.

Masalah yang sering terjadi pada Jaringan Komputer

  1. Komponen Jaringan Tidak Berfungsi atau Mati
Mati atau tidak berfungsinya komponen jaringan disebabkan oleh kurangnya perawatan sehingga mengakibatkan berkarat dan rusak. Ruang yang lembab dan pemakaian yang sudah terlalu lama tanpa ada perawatan secara berkala menjadi penyebab utama terjadinya kerusakan pada komponen jaringan. Dalam sistem jaringan LAN sering kita sebut masalah yang menyebabkan seluruh atau sebagian jaringan terganggu dengan sebutan jaringan dalam kondisi down. Down dalam jaringan bisa kita artikan bahwa kinerja jaringan sedang turun atau tidak bekerja secara maksimal. Down dapat meyebabkan komunikasi dalam jaringan menjadi lambat atau tidak bekerja sama sekali. Kondisi tersebut yang perlu ditangani sehingga jaringan dapat bekerja dengan baik dan kembali normal. Istilah Down dalam jaringan komputer LAN berbeda dengan Down pada jaringan Warnet. Down pada jaringan LAN disebabkan system dalam jaringan LAN tersbut terganngu atau karena tidak berfungsinya komponen dalam jaringan LAN tersebut. sedangkan Down pada jaringan Warnet disebabkan oleh banyak faktor diantaranya, pengaruh dari jaringan LAN yang ada dalam warnet, dari Provider yang mengalami gangguan dan bisa juga dari line telpon yang penuh sehingga menyebabkan akses ke internet tidak dapat dilakukan

  1. Kerusakan Pada Kabel dan Konektor Jaringan
Kabel dan konektor merupakan media penghubung yang sangat penting dalam jaringan komputer, sebuah jaringan tidak akan bisa berjalan tanpa adanya kabel dan konektor. Kabel dan konektor dibutuhkan untuk menghubungkan antara komputer dengan komputer lain atau dengan peralatan lain yang digunakan untuk membentuk jaringan. Jika terjadi kerusakan pada kabel dan konektor jaringan yang disebabkan oleh suatu hal, solusinya lihat dahulu apakah kabel yang anda gunakan itu benar-benar rusak dan tidak bias digunakan lagi atau masih bisa digunakan, jika tidak bisa digunakan lagi maka anda perlu menggantinya dengan kabel dan konektor yang baru. atau jika yang rusak itu hanya pada konektornya namun kabelnya masih dapat digunakan anda hanya perlu memgganti konektornya saja.

  1. Gangguan Pada Switch
Switch merupakan terminal atau pembagi signal data bagi kartu jaringan. Jika Switch mengalami kerusakan maka seluruh jaringan tidak dapat berfungsi untuk berkomunikasi antar klien dengan klien maupun klien dengan server. Apabila terjadi kerusakan pada Switch dapat dilihat pada lampu indikator power dan lampu indikator untuk masing masing workstation. Apabila lampu indikator power Switch mati kemungkinan besar terjadi kerusakan pada Switch.

  1. Lambatnya Koneksi Internet
Dalam suatu jaringan yang sangat besar, membuat kinerja yang efisien merupakan suatu keharusan. Jika design infrastruktur jaringan tidak efisien, maka aplikasi atau akses ke resource jaringan pun menjadi tidak efisien dan terasa sangat lambat. Performa jaringan yang sangat lambat biasanya disebabkan oleh congestion jaringan (banjir paket pada jaringan), dimana traffic data melebihi dari kapasitas bandwidth yang ada sekarang. Koneksi wireless melemah ataupun tidak memberikan hasil yang maksimal dapat diakibatkan karena peranggkat access point yang bermasalah ataupun  instalasi wireless yang bermasalah.

  1. Kerusakan Jaringan Karena Serangan Virus
Jika jaringan anda terinfeksi virus trojan yang menyebabkan system anda dibanjiri oleh program-program berbahaya, maka jaringan akan mengalami suatu congestion yang mengarah pada kelambatan system jaringan anda, dan terkadang bisa menghentikan layanan jaringan. Untuk mencegah serang virus, anda perlu menggunakan proteksi jaringan yang sangat kuat untuk melindungi dari serangan Trojan dan berbagai macam serangan lainnya. Software anti virus yang di install terpusat pada server anti-virus yang bisa mendistribusikan data signature secara automatis kepada client agar bisa memberikan peringatan kepada client.
Demikian beberapa masalah yang sering terjadi pada sebuah jaringan komputer yang dapat saya uraikan. Itu hanya sebagian kecil kerusakan atau masalah yang bisa terjadi pada jaringan komputer, masih banyak lagi serangan yang dapat terjadi sewaktu waktu. untuk mengantisipasi serangan – serangan tersebut perlu keamanan yang kuat.

Rabu, 15 Februari 2017

Sering Mengalami Kegagalan Server(Jaringan LAN)


Kegagalan server merupakan kondisi dimana server tidak
dapat melayani client, meskipun koneksi LAN sedang berada
pada status connected. Ketika hal ini terjadi, maka tentu
saja user tidak akan bisa mengakses informasi yang dimiliki oleh server.


Mengapa hal ini bisa terjadi?
Kegagalan server bisa terjadi karena banyak hal. salah satunya adalah sebagai berikut:
  • Yang pertama, kegagalan server bisa terjadi karena server menjadi terlalu sibuk, sehingga menyebabkan kapasitas server sudah melebihi batas yang menyebabkan server megnalami kegagalan.
  • Yang kedua adalah kondisi komputer server yang sedang tidak baik, misalnya harddisk yang terserang bad sector, ataupun diserang oleh virus-virus yang dapat menyebabkan server melambat dan menjadi off.

Bagaimana mengatasi hal ini?
Untuk mengatasi hal ini, anda bisa mematikan jaringan terlebih dahulu,
lalu melakukan pengecekan terhadap server anda. Bersihkan server anda
dari malware dan program lainnya yang mencurigakan, atau bisa juga
 merestar koneksi dan juga server anda.
JARINGAN TKJ © 2017 Template by:
SMKS FATAHILLAH